"Setitik Harapan Seorang Bapak..."
11:45 PM | Author: Ghee
"Karna semangatnya untuk sembuh, makanya Bapak tak akan berhenti berupaya untuk kesembuhannya, meski sakit semacam itu tak ada harapan baginya untuk sembuh seperti halnya pasien lainnya, bahkan dokter pun sudah angkat tangan..."

Begitulah kira-kira harapan seorang Pak Herno pada kesembuhan putri semata wayangnya yang didera sakit. Meskipun ada setitik kecemasan dari raut wajahnya, harapan dan semangatlah yang telah putrinya tulari pada seorang Bapak dengan ketegarannya. Seakan siap apapun yang terjadi, doa dan ikhtiar tak akan kenal putus asa bagi Bapak ini.

"Baik alternatif maupun medis telah bapak jalani, apapun caranya bapak usahakan, lagi-lagi neng karena semangatnya untuk sembuh tak pernah pudar dan itu telah menulari kami untuk tetap semangat.."

Begitulah, tak perlu harus secara langsung kita memotivasi orang lain, dengan semangat dan motivasi dari dalam diri kita pun secara tak langsung bak parfume akan menyebarkan aromanya pada sekitar, harumnya menyegarkan bau kemalasan dan kekosongan dalam hidup.

Terkecuali yang satu ini...
Ada seorang kawan yang cukup dekat dengan saya. Ketika beliau bercerita tentang keluh kesahnya, bukan keluhnya yang dia tekankan dan tularkan, tetapi hikmahnya dari setiap yang beliau alami. Dan yang paling unik dari beliau adalah dalam keadaan sedih, kecewa, atau putus asa, beliau tetap menyemangati. Ah, alhamdulillah saya memiliki kesempatan berkawan dengan beliau.

Jadi, mari kita bersemangat, meski sedang sedih, perlihatkan bahwa kita sedang bahagia, karna kesedihan kita akan menulari orang lain, kecuali kesedihannya dapat memotivasi kita. Jangan biarkan orang lain tahu bahwa diri kita sedang berduka. Jika ingin bercerita dan mencari solusi, berceritalah dengan mengandaikan tokoh utama diri kita dengan peran orang lain atau nama orang lain. Dan, tentunya sebaik-baik tempat pencurahan hati kita tentu saja hanya pada Allah SWT.

"Secuil harapan dan semangat memberitahuku tentang dirinya, bahwa dirinya bukan dilahirkan dari orang lain, melainkan dari dalam hati dan jiwa dirinya sendiri..."
This entry was posted on 11:45 PM and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 comments: