Katanya… seseorang yang terdzalimi doa-doanya akan dikabulkan,, oya?!. Seseorang yang seperti apa sich
Alkisah, ada seorang anak si suatu tempat dengan aktivitasnya yang padat dengan proses hidupnya menuju kedewasaan terus berjalan. Dia melemparkan candaan kepada temannya agar aktivitasnya tidak terlalu serius ketika temannya itu bercanda pula. Ketika temannya melemparkan “ejekan” canda, si anak membalas dengan doa canda pula “Ya Allah aku sedang terdzalimi, luluskan nilai-nilai akademisku, ya Allah..” (red: bercanda) Just kidding. Tapi temannya itu menjawab “ berarti aku selalu menjadi orang-orang dzalim donk!! (red serius). Si anak sadar ketika yang mendzalimi merasa terdzalimi berkata langsung kepada yang didzalimi sekaligus mendzalimi. Apa jadinya jika temannya tidak berkata langsung? Mungkin temannya terus terdzalimi, atau si anak tidak sadar dan terus mendzalimi orang lain.
Tempat yang paling buruk akan ditempati oleh manusia, kebanyakan mereka berbuat karena tak menjaga kemaluan dan lidahnya. Apalagi seorang wanita yang paling banyak menempati tempat tersebut karena lidahnya tidak bisa dijaga. yang dikabulkan doanya ketika terdzalimi? Apa semua orang? Ya, tentu tidak. Dan bagaimana jadinya jika orang yang mendzalimi tidak menyadari bahwa orang lain terdzalimi, apa termasuk orang yang dzalim?Itu bagaikan tes atau ujian kelulusan. Apa lulus atau tidak? Begitu pula lidah, apa lulus untuk dijaga atau tidak? Seseorang bisa menjdi dzalim ketika tidak menempatkan lidah pada tempatnya yang baik dan benar. Agar ujiannya mendapatkan predikat terbaik dengan nilai tertinggi dan diakui kebenarannya, kita simak poin berikut ini.
Adab bercakap
Ucapan bermanfaat: baik atau diam
Bernilai sedekah: ”Setiap tulang memiliki kewajiban bersedekah setiap hari. Di antaranya memberikan boncengan kepada orang lain di atas kendaraannya, membantu mengangkatkan barang orang lain ke atas tunggangannya atau sepotong kalimat yang diucapkan dengan baik dan santun”. (H.R. Bukhari)
Menjauhi pembicaraan sia-sia
Tidak banyak ghibah (membicarakan kejelekan orang lain)
Stop mengadu domba!
Stop berbohong!
Menghindari perdebatan meskipun benar
Tidak memotong pembicaraa
Stop saling mengolok dan memanggil dengan gelar yang buruk!
Pandai menjaga rahasia
Jadi, dzalim dan terdzalimi dapat berawal dari lidah kita. Pandai dijaga atau tidak tergantung pemahaman dan keinginan untuk memperbaiki diri.
Blog ini merupakan ruang bagi kontemplasi rasa, pikiran, impian, bacaan, pembelajaran, perkembangan dari setitik ikhtiar menuju ruang ilmu yang bebas luas. Karena ilmu ringan dibawa kemanapun engkau pergi. Dan ditempuh dengan secoret makna di tiap detiknya lewat menulis, menulis, dan menulis..